Sebelumnya… namanya snorkeling ya, bukan snorkling, bukan juga senorkling, apalagi senorkeling….hihihi…
Snorkeling berasal dari kata snorkel. Artinya alat bernafas di air, berupa pipa mirip huruf J, ini yang salah satu bagiannya diemut di mulut untuk membantu bernafas ketika kita berenang di permukaan air. Agar kita bisa bernafas, ujung snorkel-nya mencuat ke atas permukaan air. Dengan demikian kita bisa bernapas terus (melalui mulut, bukan hidung) ketika kita melihat ke bawah/ dalam air (berenang dari permukaan air), tanpa perlu menaikkan kepala untuk mengambil nafas di udara di atas air. Mempergunakan snorkel, jadilah ber-snorkel atau snorkeling. Istilah lainnya juga skin diving atau diving dari kulitnya saja, bukan scuba diving atau menyelam sampai ke dalam laut.
Mengapa kita ber-snorkeling, mengapa dalam laut dipandang-pandang? Karena…subhanallah…. indah sekali! juga karena unik, yang sehari-hari kita lihat kan yang di atas permukaan laut. Walaupun ada istilah “dalam laut dapat diduga, dalam hati siapa tahu” yang artinya meskipun sulit dan tak biasa (memandang dalam laut) tapi kedalamannya tetap bisa kita ukur, dibandingkan mengetahui apa yang ada di dalam hati seseorang. Tetap saja melihat-lihat dalam laut itu menyenangkan. Jadi skin diving memang lebih menyenangkan daripada menduga-duga isi hati orang lain….begitulah.
Perbedaan sifat paralaksis udara dan air membuat kita tidak bisa melihat dengan jelas di dalam air hanya dengan mata telanjang. Selain tidak akan terlihat jelas, air laut kan asin, kalau kena mata itu perih, jendral. Harus ada udara dulu di sekitar mata, baru keadaan air bisa terlihat jelas. Membatasi mata dan udara, dengan air adalah kaca transparan. Biar apa? Ya biar pandangan bisa tembus dong ah. Karena itu digunakanlah kacamata (yang kedap air), disebut juga masker dan juga google. Jadi kalau ber-skin diving dengan google tapi tidak menggunakan snorkel, ya bukan snorkeling lagi namanya, melainkan googling. Istilah googling dalam arti mencari info dari search engine google di internet itu nyontek googling yang skin diving ini lho. Percaya nggak? percaya saja deeh…
Pada 3 dan 4 Mei lalu saya snorkeling. Senang sekali rasanya. Ini kali kedua saya snorkeling. Pertama di Gili Trawangan, Lombok, di tahun 1990. Wuaaaaaah udah lama! Kala itu saya masih takut-takut, tapi dalam alam bawah sadar terbentuklah rasa sukaku pada snorkeling. Snorkeling kedua ini di perairan Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Obyek wisata Karimunjawa yang utama, snorkeling. Jadi paket inilah yang tersedia. Umumnya berupa menginap 3 malam. Hari pertama hanya urusan atur-atur check in, karena sampai di tempat sudah lewat jam makan siang. Hari kedua naik kapal ke perairan yang taman lautnya bagus (bisa ke barat dulu atau ke timur dulu). Untuk itu dalam paket termasuk sewa kapal, lengkap dengan guidenya. Sehari itu biasanya 2 lokasi. Misalnya brangkat jam 8, berenang2 ronde 1 selama 2 jam trus menuju sebuah pulau untuk makan siang, trus ke spot satu lagi, berenang2 ronde ke dua, trus kembali ke penginapan. Besoknya begitu lagi. Kalau hari pertama ke Barat, hari keduanya ke Timur (atau sebaliknya). Makan siangnya diatur dengan cara membawa ikan mentah, bumbu-bumbu, nasi, minum dari penginapan. Menjelang jam makan siang mendarat di pulau kecil, mereka (para awak perahu) membakar ikan. Sambil memunggu kita bisa main-main di pantai. Ketika makanan matang, kami makan bersama.
Snorkeling di Karimunjawa termasuk obyek wisata terkenal, secara nasional maupun internasional. Berhubung baru dua kali jadi saya menganggap taman laut di Karimunjawa ini bagus banget. Kami snorkeling di 4 tempat. Keempatnya berbeda-beda. Nyemplung pertama (perairan pulau Tengah), taman lautnya baguuuuuusssssss banget. Aku melihatnya seperti batik dengan aneka motif dan warna. Ada karang yang membentuk bunga, bertingkat-tingkat. Ada karang yang membulat dan bermotif, seperti otak manusia. Ikan-ikannya juga bagus, walaupun tidak terlalu banyak. Kedalamannya lumayan (kaki tidak menginjak dasar laut). Tapi permukaan laut kan nggak rata, jadi ada saja karang yang tinggi menjulang sehingga bisa diinjak, membuat kita bisa berdiri di atasnya. Spot kedua karangnya tidak terlalu bagus. Di sana sini terlihat celong seperti tanah habis kena bom. Di sekitarnya terdapat karang-karang mati (terlihat dari warnanya yang tidak cerah dan seperti tergeletak). Namun kemudian guide mengajak kami berenang ke beberapa meter dari situ (ke sekitar dermaga pulau Cilik). Ternyata di tempat yang ia ditunjukkan, spotnya lebih bagus dengan ikan yang lebih bervariasi.
Salah satu trik snorkeling, ikuti petunjuk guide karena dia jago banget, terutama ingat dan tahu betul titik yang bagus (kalau orang awam mana tahu, laut dari atas kan kelihatannya sama, air semua). Trik kedua, di keluasan dasar laut itu kita harus jeli dan teliti melihat inci demi inci. Kalau teliti kita bisa meliat sebuah titik yang bagus sekali. Misalnya ada karang jauh di dasar laut sana yang ternyata dikerubungi oleh sekumpulan ikan-ikan bagus dengan tingkahnya yang lucu. Saya senang melihatnya berlama-lama. Jadi jangan hanya melihat secara sekilas, rasanya rugi.
Hari kedua, ada sebuah spot (perairan pulau Menjangan Kecil) yang ikannya banyaaaaaak sekali. Ukurannya hanya sebesar tatakan gelas, badannya berwarna silver dengan garis-garis vertikal, kuning dan hitam. Sayang saya masih pemula jadi nggak tahu nama spesies ikan tersebut. Jumlahnya sangat banyak, dipancing dengan butiran nasi di genggaman tangan kita, maka mereka akan mengerubungi kita. Senangnyaaaa.
Jadi sakaw snorkeling
Kepulauan Seribu ah dalam waktu dekat. Yuk…yuuuukkkk…



