Selasa siang mendapat kabar duka, meninggal dunia Prof. DR. dr. S.M.L. Tobing, Sp.S., Sp.J. Gelar yang panjang menandakan kepandaian dan kebijaksanaan almarhum. Dia ayah dari 4 anak. Dua di antaranya saya kenal baik, Moira dan Ciska. Moira itu sahabat kakak saya sejak SMP, sedangkan Ciska sekelas sama saya sepanjang SMA.
Bersama kakak, saya melayat ke rumah duka, yang cukup banyak didatangi kerabat menyampaikan dukacita. Di antaranya, teman-teman lama yang sudah lama sekali nggak ketemu. Rasanya nyaman berada di kerumunan orang-orang lama. Walaupun beberapa kurun waktu ini belum tentu setahun sekali bertatap muka, bahkan kirim-kiriman email, sms atau bicara di telpon pun jarang kami lakukan, namun kenyataannya kami pernah mengalami masa muda bersama, aneka kisah masih tertanam dalam ingatan.
Salah satunya yang jadi topik malam itu, ujian masuk universitas di Bandung yang kami lakukan bersama. Naik apa, nginep di mana, ngapain aja dan istilah-istilah yang kami lontarkan pada waktu itu semuanya masih jelas terbayang. Perbedaan adanya uban dan gigi tanggal saat ini tak terpikirkan lagi, maksudnya lupa usia…hahaha…
Karena itu, kawan, jagalah sikap. Karena yang baik, yang buruk, yang lucu, yang garing, terbawa terus sampai berpuluh-puluh tahun kemudian.
ya bener… We can not live the past ..