24
May
08

The Famous AAC

Suatu hari teman saya bertanya, “TJ, nyeleneh itu artinya apa sih?” Trus saya jawab, entah benar entah salah: “nyeleneh itu kelakuan atau pendapat yang berbeda atau berseberangan dengan kebanyakan orang.” Trus dalam hati jawaban itu saya tambahkan, “kayak gue”. hehe

Emang nih, saya suka nyeleneh. Walaupun kadang-kadang pendapat itu nggak dilontarin, melainkan disimpan dalam hati saja.  Takut juga kalau dikepruki banyak orang. Ini aja baru mau mengungkapkan  pendapat saya tentang ketidaksetujuan saya kalau film (bahkan ceritanya) Ayat-Ayat Cinta sebagai karya yang bagus. Eng…ing…eng…bakal dikepruki nggak ya? Bodo ah…

Tadinya saya mau nulis di sini setelah selesai membaca bukunya, tapi sampai detik ini buku itu belum mulai saya baca.  Mau baca rasanya males, mengingat ceritanya yang saya tahu dari film menurut saya nggak begitu oke.  Itulah salahnya, harusnya baca bukunya dulu ya, kan karyanya yang lahir duluan buku, baru film.

Film yang konon ditonton 4 juta orang ini digarapnya tidak bagus. Acting pemainnya kaku, setting lokasinya asal aja, trus pembuatannya juga hmmm apa ya istilahnya…kasar. Bahkan mic tongkat bisa kelihatan di kamera tuh gimana coba? Komentar saya cukup pedas kan? padahal dalam hati saya sekarang nih ada komentar yang lebih pedas.  Tapi ah sudahlah.

Sekarang soal ceritanya. Fahri dipenjara dengan tuduhan yang tidak dia lakukan. oke masih masuk akal. Maria sebenarnya bisa jadi saksi yang meringankan hukuman Fahri, tapi Maria lagi koma. oke masih masuk akal juga. Aisah sebagai istri Fahri mengijinkan suaminya menikahi Maria supaya Maria bisa sadar dari koma dan bisa bersaksi sehingga Fahri pun bakal bebas dari hukuman.  Sebenernya oke juga, masuk akal aja ada orang yang begitu, tapi saya nggak setuju kalau Aisah trus dipuja-puja sebagai istri yang hebat karena merelakan suaminya menikah lagi…come on….. Bagi saya Aisah itu nggak hebat-hebat amat, dia melakukan itu kan demi suaminya bebas dari penjara kan? Ada unsur udang di balik batu juga kan? Ada unsur kepentingan dia juga kan?

Sekarang Fahri. Waktu diijinkan oleh Aisah menikahi Maria, dan dia setuju…hihihi ya nggak papa sih, terserah aja, tapi saya langsung menilai minus ama cowok yang begitu. Kok ya dia iya-iya aja sih disuruh menikahi wanita lain oleh istrinya. Kalo saya jadi Fahri, saya akan marah dan bilang ke Aisah….”eh, lu tu ye…emangnya gue cowok apaan maen nikah sana nikah sini…lu udah nggak cinta ama gue nyuruh-nyuruh gue kawin begitu.” hehe nyeleneh kan saya? Di cerita itu kesannya cowok yang disuruh kawin lagi tuh trus langsung cihui gitu. Jijay banget….      


3 Responses to “The Famous AAC”


  1. May 26, 2008 at 12:00 pm

    AAC pengesahan poligami… :-/

  2. May 27, 2008 at 7:12 am

    saiia sepakat tuhhh.. AAC ga bagus2 bgt.. malah saiia merasa rugi nonton film nya,, kecewa,, karena harus bayar mahal.. hikz!

  3. 3 TJ
    May 29, 2008 at 9:49 am

    ratutebu: hehehe iya, sama dong kita….


Leave a Reply