Anne Avantie. Kenalkah kamu nama itu?
Mulanya beberapa tahun lalu, kami mau menampilkan dia untuk edisi Lebaran. Tau-tau Sinta teriak “Dia Kristen, Mbak!” Oh ya sudah jangan buat edisi Lebaran dong. Lalu tak kedengeran lagi nama itu dalam rapat-rapat kami.
Ketika cari-cari tokoh untuk media kami, nama Anne Avantie muncul lagi. Sekaligus dapet nomor kontaknya, sekaligus dapat persetujuannya untuk liputan di rumahnya….di Semarang! Semarang? Rumahnya di Semarang? Itulah kenyataan, kami berangkat dengan posisi saya menggantikan reporter yang tak jadi berangkat. Bekal siapa Anne pun minim, perancang busana. Titik.
“Gue besok mau ke Semarang nih.”
“Ngapain?”
“Liputan rumahnya Anne Avantie”
“Oh…iya tuh katanya rumahnya bagus”
“Hah, lu tau Anne Avantie? Lu tau rumahnya di Semarang? Lu tau rumahnya bagus?” keheranan yang tak terkira.
Jawaban teman pertama: “Ya iyalah, dia kan teman suamiku”
Jawaban teman kedua: “Ya iyalah, gue kan pernah kerjasama pas Wedding Expo”
Jawaban teman ketiga: “Ya iyalah, rancangannya dia kan bagus banget”
Kamis, 3 April 2008 bertemulah saya dengan The Anne Avantie. Astaga, dia baik banget. Langsung bisa berteman dengan akrab. Tapi tunda dulu…fotografer harus ngeset lampu dulu….Anne harus meneruskan pekerjaannya dulu. Di living room saya menunggu sambil lihat-lihat. Seorang pegawai menghampiri…
“Mbak Tjatur, ini untuk Mbak Tjatur dari Bunda,” sambil menyodorkan buku dan agenda.
“Oh…terima kasih,” dengan senang hati….cihuiii dapet buku. Penulisnya…hehehe the famous AE…hmmm pasti bagus.
Lembar pertama, kedua, dst….sampai lembar terakhir. Begitulah kalau saya baca buku. Cuma berlaku untuk buku yang bagus tentunya. Ooo dialah Anne Avantie, perancang kebaya, dengan kisah hidupnya yang penuh lika-liku. Sekarang sukses…tak henti-hentinya saya balik-balik lagi buku itu. Foto-fotonya pun dasyat, kebayanya indah banget….hebaaaaatttt….
Pemotretan demi pemotretan berlangsung. Akhirnya menjelang magrib wawancara di tempat yang paling enak sedunia, the roof top. Kisah mengalir dari mulutnya, seperti di buku, ditambah cerita-cerita tentang rumah yang tidak ada di buku, semuanya diungkapkan dengan bumbu suasana pertemanan yang gurih… yummy….
Pertemuan kami hari itu ditutup dengan traktiran Anne untuk kami semua, makan seafood.
Kesan pertemuan ini: oke banget….wah, oke banget deh pokoknya….
Recent Comments